Manfaat proteksi/asuransi:
1. Manfaat kematian Rp.200 juta
2. Manfaat proteksi kecelakaan (S.d usia 65 tahun)
* Cacat max. Rp.50juta
* Meninggal dunia Rp.50 juta
3. Manfaat proteksi penyakit kritis (s.d usia 70 tahun)
* Dibayar tunai: Rp.50juta
* Premi sebesar Rp.500ribu perbulan dibayarkan hingga usia 65 tahun
4. Manfaat proteksi cacat tetap total (s.d usia 65 tahun)
* Dibayar tunai: Rp.50juta
* Premi sebesar Rp.500ribu perbulan dibayarkan hingga usia 65 tahun
5. Manfaat proteksi kesehatan
* Jika menjalani rawat inap di RS:
o Mendapat penggantian rawat inap: Rp.400 ribu perhari.
o Pembedahan max.8juta.
o Rawat Inap akibat kecelakaan 2X.
Manfaat investasi:
10 tahun kemudian: Rp.89juta
15 tahun kemudian: Rp.172juta
20 tahun kemudian: Rp.343juta
Dengan asumsi pengembangan investasi 16% pertahun
2. Dana Pendidikan Anak
Anda berusia 35 tahun, berencana ingin menabung untuk persiapan dana pendidikan anak anda, sekaligus tidak ingin menyusahkan keluarga jika anda mendapat musibah. Sisihkan perbulan 500 ribu selama 10 tahun, anda akan mendapatkan manfaat sebagai berikut.
Manfaat proteksi/asuransi:
]]>“Jika dibandingkan dengan situasi pasar yang bergejolak saat ini, bisnis Asuransi Umum memberikan hasil yang baik sekaligus juga mempertahankan rasio gabungan yang stabil. Hal ini sekali lagi menjadi bukti nyata dari adanya konsistensi kebijakan underwriting,disiplin dalam penetapan harga dan peningkatan efisiensi kami,” demikian dijelaskan oleh Helmut Perlet, Chief Financial Officer Allianz SE.
Dari sisi bisnis Asuransi Jiwa dan Kesehatan, terdapat penurunan premi sebesar 9,7% di tahun 2008, dari 49,4 milyar Euro menjadi 45,6 milyar Euro. Sementara permintaan akan produk-produk asuransi jiwa tradisional mengalami sedikit peningkatan, produk-produk unitlink maupun penjualan-penjualan melalui Bancassurance sangat terpengaruh. Keuntungan operasional menurun dari level 3 milyar Euro di tahun 2007 menjadi 1,2 miyiar Euro di tahun 2008. Selain akibat turunnya hasil investasi, penurunan ini juga disebabkan oleh kondisi pasar yang sangat sulit di Amerika Serikat.
“Meskipun penurunan hasil investasi dari asuransi jiwa tidaklah mengejutkan kita dalam situasi pasar yang tidak stabil ini, namun ternyata cukup tinggi pada kuartal ke empat. Namun laba operasional sebesar 1,2 milyar Euro memperlihatkan bahwa kita memiliki substansi yang cukup untuk mengakomodasi fluktuasi di pasar,” ungkap Helmut Perlet.
Manajemen Aset harus berjuang menghadapi perkembangan pasar modal yang sangat sulit dan tidak dapat diperkirakan selama 2008, yang bahkan menjadi lebih parah di kuartal ke empat. Laba operasional turun sebesar 32 persen menjadi 926 juta Euro di tahun 2008, dibandingkan dengan 1,4 milyar Euro di tahun sebelumnya. Ini disebabkan oleh penurunan nilai pasar dari aset yang dikelola yang mengurangi jasa pengelolaan (fee) bersih dan pendapatan komisi yang lebih rendah terhadap investasi yang didistribusikan.
Aset pihak ketiga yang dikelola naik sebesar 14 milyar Euro untuk bisnis pendapatan tetap di tahun 2008, sementara ada penurunan sebesar 70 milyar Euro untuk bisnis ekuitas. Penurunan di bisnis ekuitas karena disebabkan oleh nilai valuasi pasar yang lebih rendah dan kecenderungan global untuk mengurangi investasi di ekuitas. Secara keseluruhan, Aset pihak ketiga yang dikelola sebesar 703 milyar Euro di akhir tahun, dibandingkan dengan 765 milyar Euro pada tahun sebelumnya.
]]>Jika Anda tidak ikut asuransi, berarti pengeluaran Anda tiap bulan tidak berkurang. Jika suatu waktu Anda terkena salah satu daripada penyakit parah/kritis yang menghabiskan biaya puluhan bahkan ratusan juta rupiah, maka anda akan menanggung biaya pengobatan sendiri yg artinya anda telah menjadi perusahaan asuransi bagi diri anda sendiri.
Karena premi yang Anda bayarkan tiap bulan sebenarnya bukan uang hilang. Melainkan, premi tersebut merupakan expense yang memang harus dikeluarkan setiap bulannya. Konsep seperti ini sudah sangat umum di negara luar seperti Amerika dan negara-negara maju di Eropa. Itulah sebabnya kesehatan penduduknya terjamin.
Sedangkan kita di Indonesia? Mayoritas penduduk masih menganggap asuransi sebagai hal yang “tidak perlu”. Akibatnya, begitu terjadi suatu musibah, keluarga akan kelabakan mencari dana. Hutang sana-sini, jual ini-itu. Hal seperti ini tidak akan terjadi jika mengikuti asuransi, karena perusahaan asuransi yang akan membayar, bukan Anda.
Nah saran saya, sebaiknya Anda mengikuti asuransi, karena selain menabung Anda juga melindungi keluarga anda dan juga melindungi nilai ekonomi anda bila terjadi sesuatu. Asuransi dibeli bukan karena yg membeli akan segera meninggal tapi untuk berjaga jaga kalau terjadi musibah karena keluarga yang ditinggalkan harus melanjutkan Hidup.
Pikiran tenang, kesehatan terjamin, hidup lebih bahagia.
]]>“Sebagai rencana tambahan, kita memperluas produk syariah, dengan mengembangkan produk asuransi jiwa, kesehatan dan asuransi umum dengan premi yang fleksibel dan dapat dijangkau oleh basis nasabah yang lebih besar,”kata Volker Miss.
“Untuk lebih memperkuat area distribusi dan pelayanan, kami akan bekerja lebih erat lagi dengan mitra perbankan dan mengembangkan lebih banyak agen syariah. Saat ini, secara gabungan, kita memiliki agen bersertifikasi dengan jumlah hampir 4,000 orang untuk menawarkan produk-produk syariah,” tambah Volker.
“Kita berada di jalur yang tepat untuk mencapai kesuksesan yang lebih baik tahun ini. Untuk dua bulan pertama tahun 2009, Allianz Life dan Allianz Utama telah mencapai lebih dari Rp 25 milyar pendapatan premi kotor dari bisnis syariah,”kata Jens Reisch. Beliau percaya walaupun tantangan di 2009 lebih berat dibandingkan dengan 2008, kondisinya sangat positif bagi asuransi syariah, masih ada jalan yang bisa ditempuh.
“Kami mengerti bahwa bisnis syariah belumlah dikenal luas oleh masyarakat umum. Salah satu inisiatif untuk memperkenalkannya adalah melalui event Grand Business Opportunities Presentation (GBOP) yang telah dijadwalkan, seperti di Malang hari ini, 6 April 2009. Aktivitas ini merupakan bagian dari strategi komunikasi agar kita lebih proaktif menginformasikan pelayanan asuransi syariah ke masyarakat umum,”imbuh Jens.
“Kami telah melampaui target kami lagi dengan amat baik, dan ini memotivasi kami untuk lebih lagi mengembangkan divisi syariah guna menunjukkan kinerja setidaknya lebih dari yang kita capai di 2008,”ujar Jens Reisch.
Sumber : www.allianz.co.id
]]>Akhirnya ide atau bisnisnya tidak pernah dijalankan dan bila bisnisnya tidak pernah mulai, maka dia tidak pernah mendapatkan uang. Seperti mencari titik awal sebuah lingkaran, ngak ada ujungnya dech. Seolah-olah untuk mendapatkan atau menghasilkan uang, diperlukan uang. Sebenarnya untuk menghasilkan uang, tidak selalu harus punya uang dulu. Kita akan menghasilkan uang jika kita memberikan nilai atau manfaat kepada orang lain.
Lalu, langkah apa yang harus kita ambil jikalau kita memang benar-benar tidak punya uang atau modal?
1. Ambil hikmahnya.
Kenapa Anda tidak punya uang? Apa yg harus dilakukan dan bagaimana melakukannya? Jangan pernah diam dengan suatu kondisi. Berpikirlah untuk mencari jalan keluar atau solusi. Tuliskan beberapa alternatif untuk keluar dari kondisi ini. Dimana ada kemauan disitu ada jalan.
2. Berdoalah.
Banyak orang yang tidak punya, tetapi dia tidak pernah berdoa atau jarang berdoa atau berdoa tapi asal-asalan. Mulai sekarang, mari kita berdoa kepada Allah dengan iman. Doa orang benar dan beriman besar kuasanya dan percayalah doa kita dikabulkan.
3. Bertindaklah menurut hati nurani anda.
Bisa jadi Allah memberikan jawabannya atas doa kita ke dalam hati nurani kita. Bertindaklah dengan mengikuti apa yang ada terbersit didalam hati nurani. Jangan takut salah dan lakukan saja. Dan jangan heran, setelah Anda bertindak melakukan ide-ide anda, bisa jadi keberhasilan didepan mata anda dan penghasilan akan datang.
4. Mengucap syukurlah
Bersyukurlah atas apa pun nikmat yang telah kita dapatkan atau miliki. Sebab, jika kita bersyukur, nikmat kita akan ditambahkan oleh Allah. Fokuskan pikiran kita pada Allah dan Allah akan menambahkan nikmat-nikmat yg lain pada kita dan arahkan pandangan kita pada kebesaran Allah karena Dia yang menjaga kita dan jangan berfokus pada kekurangan kita.
5. Memberi, terlebih berkah memberi daripada menerima. Usahakanlah untuk tetap bisa memberi. Memberi tidak selalu berarti uang. Saya menulis artikel ini artinya saya memberi ilmu kepada pembaca. Bisa juga saya memberi ebook gratis, audio gratis, game gratis dan sebagainya. Percayalah, maka kita akan menuai 10 kali lipat atau lebih. Apa yang kita tabur akan kita tuai, Orang yang beriman akan diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Anda boleh mengharapkan keajaiban dan jangan mengandalkan keajaiban dengan cara berdiam diri.
Kesimpulannya : jangan pernah menyerah dengan keadaan apapun juga. Saya juga pernah mengalami masa-masa sulit dimana seolah-olah tidak ada jalan keluar. Jangankan punya uang, malah punya utang. Tetapi jalan keluar datang saat saya mengucap syukur, berdoa dan berusaha dan keajaiban terjadi pada saat yg susah. Selama kita tidak menyerah, cepat atau lambat solusi akan datang.
ANDA BISA!
Ingin Memiliki Uang “BERKELIMPAHAN & BERKAH” Bergabunglah bersama saya di ALLIANZ sebagai Financial Consultant.
Salam hangat,
Sentury.
Human Capital Index merupakan pengukuran untuk mengetahui sejauh mana kebutuhan manajemen suatu perusahaan telah dipenuhi dengan baik dengan dasar penilaian antara lain:
* Human Capital Effectiveness
Pengukuran tingkat efektivitas kinerja Human Capital melalui beberapa indikator Revenue Factor, Expense Factor, Income Factor dan Human Capital Return on Investment.
* Investment
Program pengembangan terhadap Human Capital yang dimiliki melalui indikator Development Rate dan Training Investment.
* Valuation
Penghargaan terhadap Human Capital yang dimiliki oleh perusahaan dengan melihat di antaranya pada Compensation Revenue Ratio, Compensations Expense Ratio dan Management Compensation Factor
Selamat kami ucapkan kepada tim HR dan AICU serta terima kasih kepada anda semua atas dukungan dan partisipasi dalam program-program pengembangan Sumber Daya Manusia di Allianz Indonesia.
Sumber : www.allianz.co.id
]]>Total polis yang diterbitkan di tahun 2008 naik sebesar 403% menjadi 178.506 polis, dibandingkan tahun 2007, sedangkan total nasabah tumbuh sebesar 417% menjadi 183.800 orang. Sejak Allianz memperkenalkan bisnis asuransi mikronya di tahun 2006, tercatat hampir 230.000 orang telah menjadi nasabah asuransi mikro Allianz Life Indonesia.
“Kami percaya bahwa asuransi mikro kami telah memberikan perlindungan kepada sasaran yang tepat, masyarakat ekonomi lemah yang sulit untuk mendapatkan proteksi asuransi yang mereka butuhkan,” ungkap Jens Reisch. “Kami melindungi mereka dengan perlindungan yang tepat disaat mereka mulai membentuk masa depan dengan usaha kecil dari kredit mikro. Kami harapkan mereka bisa berhasil dan akan mengingat Allianz sebagai mitra asuransi pertama mereka,” Jens Reisch menjelaskan.
Payung Keluarga, nama produk asuransi mikro Allianz Life Indonesia adalah produk fleksibel yang menyediakan pilihan perlindungan mulai dari perlindungan dasar asuransi jiwa kredit bagi nasabah peminjam kredit mikro dan pasangannya, sampai kepada manfaat tambahan yang dibayarkan kepada keluarga nasabah untuk membantu meringankan tantangan keuangan yang dihadapi keluarga setelah wafatnya sang pencari nafkah. Premi terendah mulai dari hanya Rp. 6.000,-.
“Produk Payung Keluarga kami menawarkan perlindungan lengkap bagi nasabah asuransi mikro dan keluarganya, juga sekaligus menjaga agar portofolio kredit dari para Lembaga Keuangan Mikro yang menjadi mitra kami tetap aman dan berkembang dengan baik,” ungkap Handojo Kusuma, Direktur Allianz Life Indonesia yang bertanggung jawab untuk pengembangan bisnis asuransi mikro perusahaan.
Dalam hal pendapatan premi, Allianz Life melaporkan kenaikan sebesar lebih dari 350% menjadi diatas Rp. 1 Milyar dari bisnis asuransi mikro di 2008, dibandingkan Rp. 235 juta di tahun sebelumnya. Dari total angka tersebut, 84% berasal dari produk konvensional sedangkan 16% dari produk berbasis Syariah. Selama tahun 2008 Allianz telah membayarkan 76 klaim kepada nasabah asuransi mikronya.
“Walaupun bisnis ini relatif kecil dalam nilai uang, namun dengan sistem administrasi dan manajemen yang tepat, bisnis asuransi mikro ini masih dapat memberikan keuntungan yang wajar bagi kami dan perlu diingat bahwa ini adalah juga bagian dari Corporate Social Responsibility kami,” ungkap Handojo.
Sampai saat ini, untuk asuransi mikro, Allianz telah menjalin kerjasama dengan 21 lembaga keuangan mikro yang terdiri dari; 4 koperasi, 11 Yayasan, 4 Bank Prekreditan Rakyat dan 2 Bank Komersial. Wilayah penetrasi pasar mencakup Sumatera, Jakarta, Jawa Barat dan Tengah, Bali, Sulawesi dan Pulau Sumba.
Untuk tahun 2009, Allianz Life menargetkan untuk melayani setidaknya 200.000 nasabah baru dan mencapai pendapatan premi lebih dari Rp. 3 milyar.
“Kami sangat berterima kasih kepada para mitra bisnis kami; atas dukungan dan kerjasama selama ini. Semoga kita bisa membina hubungan dan semangat saling percaya yang semakin kuat di masa depan,” ungkap Jens Reisch.
Sumber : www.allianz.co.id
]]>Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata mengatakan Pedoman Transparansi Premi itu memang tidak mengatur perantara seperti perusahaan pembiayaan, tetapi perusahaan asuransi wajib mematuhinya paling lambat pada 20 Juli.
“Jadi mau tidak mau akan ada pengaruh bagaimana bisnis antara perusahaan asuransi lembaga lain khususnya yang terlibat dalam pengadaan mobil, pembiayaan, dan sebagainya,” katanya, baru-baru ini.
Pedoman itu pada intinya menegaskan keberadaan pasal 19 ayat 2 Peraturan Pemerintah No. 73/1992 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian, yang mewajibkan pencantuman besaran premi dalam polis asuransi.
Isa mengatakan pemberlakuan Pedoman Transparansi Premi bertujuan menjaga reputasi industri jasa keuangan tersebut. Dia menambahkan industri asuransi harus mampu menunjukkan kepada masyarakat soal biaya yang wajar, rasional dan transparan kepada tertanggung.
“Tapi kalau industri ini membiarkan dirinya digunakan pihak lain baik disengaja maupun tidak sehingga ada pihak-pihak yang bisa mendapatkan keuntungan dari masyarakat atas nama industri asuransi berarti industri ini tidak bisa menjaga reputasinya. Itu tidak bagus,” tukasnya.
Di sisi lain, Isa menyebutkan pihaknya telah meminta klarifikasi dari lima perusahaan yang beberapa waktu lalu diketahui tidak mencantumkan premi secara transparan dalam polis yang dikeluarkannya.
Dia mengatakan semestinya keberadaan pedoman itu diharapkan mempercepat perbaikan industri tanpa regulator perlu menegur satu per satu perusahaan yang melanggar.
“Kami percepat pengeluaran pedoman dengan batas waktu pelaksanaan, tidak ada alasan lagi. Kalau ada bukti tidak perlu klarifikasi panjang lebar saya akan langsung jatuhkan sanksi,” tuturnya.
Isa mengakui ide awal penerbitan pedoman itu karena pihaknya menemukan banyak perusahaan asuransi yang tidak mengikuti aturan transparansi premi pada saat penerapan PMK 74/2007.
Dalam penyusunan pedoman itu Biro Perasuransian Bapepam-LK melibatkan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia dan Asosiasi Broker Asuransi dan Reasuransi Indonesia (ABAI).
Dia menegaskan pedoman transparansi itu berlaku untuk ketiga sektor jasa perasuransian itu dan untuk seluruh lini bisnis, serta tidak hanya terfokus pada bisnis kendaraan bermotor.
Isa menambahkan pedoman tersebut masih harus melalui beberapa kajian untuk penyempurnaan.
Oleh Hanna Prabandari
Bisnis Indonesia
Sumber : Bisnis Indonesia Online
]]>Ketua Umum AAUI Frans Y. Sahusilawane memperkirakan sekitar 75 persen pembayaran klaim asuransi akibat banjir akan diterima oleh pabrik dan perkantoran. Namun, butuh sepekan untuk mengetahui jumlah pasti kerugian asuransi akibat banjir. AAUI sebelumnya telah melakukan rapat koordinasi dengan Asosiasi Broker Asuransi Indonesia (ABAI) dan Asosiasi Adjuster Asuransi Indonesia (AAAI) untuk mengumpulkan data dan mengkalkulasi besarnya kerugian yang diderita tertanggung.
Menurut Frans, tingginya kerugian antara lain karena banyaknya wilayah yang diperkirakan aman terutama di wilayah menengah atas ternyata terimbas banjir. Pada tahun 2002, kerugian asuransi akibat banjir mencapai 200 juta dolar Amerika atau sekitar Rp 2 triliun. Sejauh ini, AAUI belum melihat adanya keperluan untuk memperlonggar prosedur pengajuan klaim termasuk masa lapor.
Masa lapor untuk mengklaim kendaraan bermotor adalah tiga hari. Smentara untuk properti seperti gedung perkantoran, pabrik, mall dan rumah tinggal adalah tujuh hari. Namun, Frans yakin perusahaan asuransi akan bersikap fleksibel dan reasonable terhadap pengajuan klaim yang diajukan oleh tertanggung.(YUL)
Sumber : Metrotvnews.com
]]>