Asuransi Allianz Catat Pertumbuhan 19 Persen

SEMARANG—Di tengah kondisi krisis finansial, bisnis asuransi tetap prospektif. Terbukti pasar PT Allianz Cabang Utama Semarang mampu mencatat pendapatan premi bruto (gross written premium/GWP) pada Januari-Mei 2009 sebesar Rp 21 miliar. Dengan jumlah tersebut terjadi pertumbuhan 19 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 53,9 miliar.
Melihat kondisi ekonomi yang mulai membaik, Kepala Cabang Utama Allianz Semarang Wismar Nainggolan optimistis pada semester dua 2009 ini pertumbuhan akan naik 50 persen dibanding semester pertama tahun ini.
Terjadi pertumbuhan karena kontribusi maksimal dari 3 saluran distribusi. Yakni bisnis institusi (seperti broker, leasing, perbankan dan showroom), bisnis keagenan dan direct business.
Distribusi premi total yang diraih mencapai Rp 21 miliar ini berasal dari bisnis institusi Rp 11,7 miliar, bisnis keagenan Rp 8,6 miliar dan direct business Rp 869 juta. Sedang-kan dari sisi segmentasi nasabah bisnis korporasi mampu mencatat pendapatan Rp 14,5 miliar dan bisnis usaha kecil menengah (UKM) serta ritel Rp 2,4 miliar.
“Khusus bisnis korporasi di tengah krisis mengalami penurunan cukup signifikan. Sebelumnya bisnis korporasi mencapai 30-40 persen, namun diterpa krisis, kini tinggal 4-5 persen. Sedangkan untuk UKM dan ritel cukup bagus dengan pertumbuhan sekitar 10 persen,” ujarnya.
Sementara itu untuk bisnis syariah juga memberikan kontribusi pendapatan GWP Rp 1,3 miliar untuk periode Januari-Mei 2009. “Melihat perkembangan ini, kami optimistis di akhir tahun 2009 mampu meraih total premi Rp 70 miliar, dengan angka Rp 3 miliar yang merupakan target GWP dari bisnis syariah,” tuturnya.
Ditambahkan Chief Manager Officer Sjaeful Safarudin, bisnis syariah berkembang pesat. Tahun ini meningkat lebih dari 100 persen. Unit Syariah Allianz untuk wilayah Jateng_DIJ memiliki potensi yang cukup besar untuk digarap.
Menyinggung soal pembayaran klaim Wismar mengungkapkan Allianz Cabang Utama telah membayarkan klaim atas beberapa kerugian yang dialami nasabah Rp 10,6 miliar dengan jumlah klaim hampir 2300 kasus. Dari jumlah klaim tersebut yang diselesaikan sebagian besar untuk klaim kendaraan bermotor mencapai Rp 8,3 miliar atau 2.200 klaim.
Sisanya Rp 2,1 miliar untuk 78 klaim properti, 3 klaim marine Rp 213 juta dan sisanya untruk asuransi jenis engineering serta casualty de-ngan 6 klaim Rp 33 juta.,

Tags: , , , , , , ,

Untuk komentar, pertanyaan dan permintaan ilustrasi dapat kirim ke sini.