“Tahun 2008 adalah tahun pencapaian yang sangat baik bagi bisnis asuransi mikro kami,” ungkap Jens Reisch, Presiden Direktur Allianz Life Indonesia. “Setelah 2 tahun kami jalankan bisnis ini, kini kami telah dipercaya untuk melindungi hampir 230.000 nasabah. Bagi kami, bisnis asuransi mikro memiliki basis ganda: memberikan dampak sosial yang positif dan merupakan bisnis jangka panjang yang menguntungkan bagi kami,” Jens menambahkan.
Total polis yang diterbitkan di tahun 2008 naik sebesar 403% menjadi 178.506 polis, dibandingkan tahun 2007, sedangkan total nasabah tumbuh sebesar 417% menjadi 183.800 orang. Sejak Allianz memperkenalkan bisnis asuransi mikronya di tahun 2006, tercatat hampir 230.000 orang telah menjadi nasabah asuransi mikro Allianz Life Indonesia.
“Kami percaya bahwa asuransi mikro kami telah memberikan perlindungan kepada sasaran yang tepat, masyarakat ekonomi lemah yang sulit untuk mendapatkan proteksi asuransi yang mereka butuhkan,” ungkap Jens Reisch. “Kami melindungi mereka dengan perlindungan yang tepat disaat mereka mulai membentuk masa depan dengan usaha kecil dari kredit mikro. Kami harapkan mereka bisa berhasil dan akan mengingat Allianz sebagai mitra asuransi pertama mereka,” Jens Reisch menjelaskan.
Payung Keluarga, nama produk asuransi mikro Allianz Life Indonesia adalah produk fleksibel yang menyediakan pilihan perlindungan mulai dari perlindungan dasar asuransi jiwa kredit bagi nasabah peminjam kredit mikro dan pasangannya, sampai kepada manfaat tambahan yang dibayarkan kepada keluarga nasabah untuk membantu meringankan tantangan keuangan yang dihadapi keluarga setelah wafatnya sang pencari nafkah. Premi terendah mulai dari hanya Rp. 6.000,-.
“Produk Payung Keluarga kami menawarkan perlindungan lengkap bagi nasabah asuransi mikro dan keluarganya, juga sekaligus menjaga agar portofolio kredit dari para Lembaga Keuangan Mikro yang menjadi mitra kami tetap aman dan berkembang dengan baik,” ungkap Handojo Kusuma, Direktur Allianz Life Indonesia yang bertanggung jawab untuk pengembangan bisnis asuransi mikro perusahaan.
Dalam hal pendapatan premi, Allianz Life melaporkan kenaikan sebesar lebih dari 350% menjadi diatas Rp. 1 Milyar dari bisnis asuransi mikro di 2008, dibandingkan Rp. 235 juta di tahun sebelumnya. Dari total angka tersebut, 84% berasal dari produk konvensional sedangkan 16% dari produk berbasis Syariah. Selama tahun 2008 Allianz telah membayarkan 76 klaim kepada nasabah asuransi mikronya.
“Walaupun bisnis ini relatif kecil dalam nilai uang, namun dengan sistem administrasi dan manajemen yang tepat, bisnis asuransi mikro ini masih dapat memberikan keuntungan yang wajar bagi kami dan perlu diingat bahwa ini adalah juga bagian dari Corporate Social Responsibility kami,” ungkap Handojo.
Sampai saat ini, untuk asuransi mikro, Allianz telah menjalin kerjasama dengan 21 lembaga keuangan mikro yang terdiri dari; 4 koperasi, 11 Yayasan, 4 Bank Prekreditan Rakyat dan 2 Bank Komersial. Wilayah penetrasi pasar mencakup Sumatera, Jakarta, Jawa Barat dan Tengah, Bali, Sulawesi dan Pulau Sumba.
Untuk tahun 2009, Allianz Life menargetkan untuk melayani setidaknya 200.000 nasabah baru dan mencapai pendapatan premi lebih dari Rp. 3 milyar.
“Kami sangat berterima kasih kepada para mitra bisnis kami; atas dukungan dan kerjasama selama ini. Semoga kita bisa membina hubungan dan semangat saling percaya yang semakin kuat di masa depan,” ungkap Jens Reisch.
Sumber : www.allianz.co.id
Tags: Asuransi Mikro, Corporate Social Responsibility, Kredit Mikro, Payung Keluarga
